Label

Tampilkan postingan dengan label HANYA CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HANYA CERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2019

MANAKALA SANG IBU MEMANGGIL ANAKNYA


"Anakku, tahukah kamu kenapa aku memanggilmu?"
"Tidak, wahai bunda yg kukasihi sepenuh hatiku.... Apakah ananda telah berbuat salah?"
"Tidak ada yg salah dg apa yg telah engkau lakukan."
"Lantas apa yg menjadi masalah dg ananda?"
"Aku hendak bercerita sedikit, Anakku. Tolong sediakan waktumu untuk mendengarkan."
"Baik, Bunda."
   "Tersebutlah seorang pemuda yg ingin berguru. Tapi sampai lelah kakinya melangkah, semua gunung telah didakinya, semua hutan belantara telah dimasukinya..., tak satu pun guru yg mau menerimanya. Kau tahu anakku, kenapa...?"
   "Nanda tidak tahu, Bunda."
   "Sang calon guru selalu bertanya, 'jika sdh sakti, engkau ingin bagaimana?' Dijawab oleh si pemuda, 'Akan kukalahkan musuh2ku. Akan kubalas semua orang yg telah mempermalukanku. Akan kuhinakan semua orang yg telah menyakitiku....'  Anakku, sampai di sini engkau tahu kenapa semua guru menolak si pemuda?"
   "Ya, aku tahu, Bunda. Niat berguru pemuda itu TIDAK BAIK."
   "Betul. Ceritanya berlanjut. Si pemuda tidak putus asa. Sampai akhirnya ia menemukan guru yg mau menerimanya sbg murid. Kenapa guru itu mau menerimanya...??? Ternyata, tidak semua guru baik. Sang guru memanfaatkan rasa dendam dan amarah muridnya. Si pemuda justru dijadikan alat pembunuh, alat untuk melampiaskan segala rasa benci dan angkara murka sang guru... Singkat kata, guru dan murid sama2 jatuh dalam JURANG KENISTAAN."
   "Cerita yg luar biasa, Bunda. Tapi apa hubungannya dg Nanda?"
   "Jika engkau ingin belajar sesuatu, perbaikilah niatmu. Niat yg baik akan mempertemukanmu dg guru yg baik. Sungguh satu kesalahan jika engkau belajar sesuatu hanya untuk menunjukkan kpd orang2 yg meremehkanmu bahwa dirimu tak pantas diremehkan. Sungguh satu kesalahan jika engkau menimba ilmu hanya karena dendam dan sakit hati karena HINAAN ORANG."
   "Duh Bunda, maafkan aku..."
   "Hidup bukan tentang penghormatan orang..., nama baik..., pujian..., banyak pengikut..., menjadi termasyur...dll. Hidup adalah tentang dirimu sendiri. Bagaimana engkau mampu berbuat baik..., bagaimana engkau mampu menjalankan amanah..., bagaimana engkau mampu menjadi secercah sinar dalam kegelapan..., bagaimana engkau mampu memberikan pengorbanan atas rasa kemanusiaan. Jika dirimu kuat dan mampu menguasai dirimu sendiri, HINAAN itu ibarat pedang... yg bisa menusukmu tapi tak mampu melukaimu. Jika dirimu tetap teguh di jalan benar,  FITNAH itu ibarat tebing yg runtuh kemudian menguburmu..., tapi engkau tetap bisa bangkit dan keluar dg selamat. Kebenaran itu matahari. Cinta dan welas asih adalah sinarnya...."
   Glodok, 09032019, 1204

Selasa, 27 Februari 2018

SAMIAJI DALAM KONFLIK PILPRES


Samiaji adalah pewaris sah tahta Kerajaan Hastinapura. Kurawa yg berjumlah seratus  datang ke istana tanpa tata krama sbg layaknya seseorang yg juga keturunan raja. Mereka menekan dan meminggirkan peran Samiaji di istana Hastinapura.


Destarastra semakin terlihat  kondisi fisiknya tidak mampu sekedar membawa dirinya duduk di singgasana. Perannya semakin didominasi oleh sang anak sulung, Duryudana, yang oleh hasutan pamannya, Sangkuni, secara halus untuk mengambil alih kursi kekuasaan di negri itu.

Bisma dan Arya Widura yang semula mengambil posisi membantu Destarastra yang buta dalam memerintah negeri, justru oleh Duryudana dibuat seperti harimau ompong. Mereka tetap diberi keistimewaan di istana, tapi kekuasaan dan pengaruhnya perlahan dibatasi. Arya Widura hanya sekedar sebagai penasihat setelah Sangkuni, sementara Bisma yang seharusnya menjadi pimpinan tertinggi panglima perang negri Hastinapura, digeser menjadi ‘hanya’ sekedar penasihat, sementara panglima diserahkan kepada anak muda cakap yang kesaktiannya dikagumi Duryudana. Seorang anak muda bernama Karna, yang kemudian memang tahu berterima kasih dan selalu berdiri di belakang Duryudana.

Pengaruh Sangkuni terhadap Duryudana ternyata mampu membuatnya buta hati sehingga bisa memerintahkan muslihat untuk menjebak saudaranya sendiri di sebuah bale-bale dan membakarnya di saat mereka terlelap. Kisah ini dikenal sbg BALE SIGALA-GALA.

Beruntung Pandawa dapat selamat dan menyusuri dasar bumi, hidup di negri Sapta Pratala, jauh di kedalaman perut jagat. Eh..., beruntung...??? Tentu saja bukan! Disana ada peran amalan kesaktian Samiaji, yang pada tingkat kepasrahan tinggi, justru hal-hal yang diinginkan bisa terwujud, sekalipun hal itu merupakan sesuatu yang tak mungkin. Semua terkejut, ketika beberapa tahun kemudian mereka kembali lagi ke istana Hastinapura!

Belajar dari kisah Samiaji… dalam pilpres 2018…, siapa SAMIAJI-nya…? Siapa DURYUDANA-nya…? Tapi mudah2an tidak ada sang tokoh licik-jahat… SENGKUNI..!
Dalam sejarah  peradaban manusia, PEREBUTAN KEKUASAAN selalu menjadi kisah menarik.
Lewis Coser, seorang tokoh teori pemahaman konflik, berpendapat bahwa: masyarakat selalu berada dalam KONDISI KONFLIK. Menurutnya, suatu struktur sosial yg tampak tenang pun, juga dipenuhi beragam PERGOLAKAN dan upaya saling jegal guna menggoyahkan dan memperebutkan KEKUASAAN... Hakikat dari masyarakat adalah PEREBUTAN KEKUASAAN TANPA HENTI...!
Kubu yang berseteru saling melakukan konsolidasi (penguatan diri). Suatu konflik dapat dikatakan POSITIF apabila TIDAK MENYINGGUNG TEMA INTI. Tema inti yg dimaksud adalah PERIHAL MENDASAR YG MELANDASI SUATU HUBUNGAN.
Contoh kasus:
-  Seorang suami-istri tidak akan BERCERAI apabila memperdebatkan masalah kemana TUJUAN PIKNIK MINGGU INI. Hal ini beda dengan...
-  Seorang suami ketahuan SELINGKUH, dan terjadilah perdebatan.

Loyalitas atau kesetiaan adalah PELETAK DASAR dalam hubungan suami-istri.  Begitu pula bila dua orang sahabat tidak akan jadi musuh apabila hanya memperdebatkan SIAPA YG AKAN MEMBAYAR KOPI YG TELAH DIMINUM.
Dalam ranah kenegaraan, NKRI tidak akan pecah manakala ADA KOMPROMI antara mereka yg PRO PANCASILA DAN YG TIDAK, yg nasionalis dan yg agamis, demokrasi ataukah kilafah. Disinilah dibutuhkan SAFETY VALVE (katup penyelamat) untuk menjadi MEDIATOR atas konflik yg terjadi. 

Maka... biarlah menjadi begitu.... NUSANTARA AKAN JAYA PADA WAKTUNYA. Diawali konflik besar.... SATRIA PININGIT muncul ke permukaan... Membawa damai dan kesejahteraan. Dan tetaplah ELING LAN WASPADA...

JAYA DAN JAYALAH… INDONESIAKU…!!!

NUSANTARA DAMAI, TENANG, RAHAYU….

Glodok, Karangrejo, 27/2/2018, 9.34 PM

Sabtu, 09 Januari 2016

AYAH



Seorang pemuda membawa ayahnya yang sudah tua masuk ke sebuah restoran. Ketika tengah makan, karena ayahnya sudah tua, tangannya pun gemetaran dan menjatuhkan makanan di baju dan lantai. Pengunjung restoran memandang mereka dengan mengernyitkan dahi, tetapi si pemuda tetap tenang.

Selesai makan, dia memungut makanan di lantai lalu menuntun ayahnya menuju toilet dan membersihkan wajah dan bajunya lalu menyisir rambutnya. Semuanya dilakukan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ketika mereka keluar dari toilet seluruh pengunjung terdiam membisu, mereka keheranan betapa mungkin seseorang dibiarkan saja mempermalukan diri mereka di depan umum seperti itu.

Ketika sang pemuda membayar di kasir dan hendak menuntun ayahnya keluar restoran, tiba-tiba seorang pengunjung bertanya, “Apakah Anda tidak merasa ketinggalan sesuatu?”, Si pemuda menjawab, “Tidak, barang saya tidak ada yang tertinggal.”

Pengunjung itu kemudian melanjutkan, “Ya, Anda telah meninggalkan sesuatu. Anda meninggalkan pelajaran berharga bagi setiap anak muda di restoran ini dan meninggalkan harapan bagi orang tua mereka.”
Seketika seisi restoran terdiam.

Sahabat..., menyayangi orang yang dulu pernah menyayangi kita adalah salah satu tindakan paling mulia. Karena kita semua pasti pernah merasakan kasih sayang orang tua di waktu kita kecil. So, masih enggankah Anda mengajak ayah Anda untuk sekadar makan si restoran?


===

Minggu, 20 Desember 2015

IBU

 
  Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.".

    Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...

    Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang....Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??

    Kemudian ia berbalik menemui ibunya dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. "Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi...."

     Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu".

     Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di kehidupan nanti dalam kebahagian...."

Semoga Bermanfaat.


Sabtu, 28 Januari 2012

SANG DURJANA CINTA



   Malam itu begitu SEPI. Dingin menusuk tulang sumsum.  Tak ada yang nampak hidup, kecuali serangga tanah yang terus menderik.  Namun hening tak jua terpecah.
   Sesosok bayangan berkelebat, berbaur dengan gelap.  Begitu ringan gerakan tubuhnya. Lesatan tubuhnya bahkan melebihi KECEPATAN terbang seekor KELELAWAR. Di belakang rumah Nasir, sosok bayangan yang ternyata seorang LELAKI bertopeng hitam ini berhenti. Tubuh kekarnya terbungkus pakaian hitam longgar, sepadan dengan warna HITAM MALAM.
   Beberapa tarikan napas kemudian, lelaki bertopeng ini mengempos tubuh, lalu duduk bersila di atas dahan POHON MANGGA JAWA  yang tinggi  menjulang. Ya benar, ia duduk bersila hanya dengan alas dahan pohon mangga yang besarnya tak lebih besar dari lengan anak-anak berumur 5 tahun!
   Lelaki yang punya ilmu peringan tubuh hebat ini menangkupkan telapak tangannya di depan dada. Matanya terpejam.  Namun bibirnya komat-kamit.  Tampaknya ia sedang merapal mantra!
   Sementara itu,  Nasir, sang empunya rumah, tengah TERTIDUR LELAP.  Sukmanya terpenjara dalam mimpi indahnya.  Besok ia hendak melangsungkan PERNIKAHAN dengan Sumirah, gadis satu desa yang telah cukup lama dipacarinya.
   Di kamar lainnya, kedua orang tua Nasir juga tampak tertidur lelap. Beberapa sanak saudara yang menginap  di rumah itu juga lelap tanpa tahu mana selatan mana utara lagi.
   Lelaki betopeng masih duduk bersila di dahan pohon mangga. Lalu tiba-tiba dari atas kepalanya keluar asap sangat tipis, yang kemudian membentuk sesosok tubuh mirip lelaki bertopeng ini. Asap itu bergerak pelan….., lalu menembus atap rumah Nasir. Bahkan kemudian, masuk ke BADAN WADAK Nasir!
   Ada sesuatu yang DIAMBIL PAKSA oleh si lelaki bertopeng. Sesuatu yang dicurinya itu adalah CINTA Nasir! Ya, sang DURJANA SAKTI ini tidak mengambil apapun di rumah Nasir, kecuali CINTA Nasir!

   Keesokan harinya….
   Keluarga Sumirah geger. Tanpa alasan yang  jelas,  Nasir MEMBATALKAN PERNIKAHAN dirinya dengan Sumirah. Padahal,  RESEPSI sudah siap dilaksanakan dan tinggal menunggu jam saja. Tidak ada orang yang sanggup NGERIH-NGERIH hati Nasir. Bahkan kedua orang tuanya sekalipun. Keputusan Nasir sudah bulat. Ia TIDAK MAU MENIKAH dengan Sumirah. Nasir merasa TIDAK KENAL, apalagi MENCINTAI Sumirah!
   Alhasil…, Sumirah jadi kalut. Rasa MARAH, BENCI, dan MALU bercampur aduk jadi satu. Ia jadi lupa diri. Ia menjerit-jerit…, lalu berlari kencang keluar rumah. Semua orang berusaha menenangkannya.
   Untuk kemudian, Sumirah memang bisa tenang…, tapi itu tak berlangsung lama. Karena keesokan harinya, Sumirah ditemukan MATI  GANTUNG DIRI  di belandar rumahnya!

   Di sana…. Masih di kawasan desa itu….
   Seorang lelaki TERTAWA SENANG. Begitu bahagianya hati lelaki ini. Tawa riangnya sanggup memecah suasana sepi desa. Menerobos dan menggoyangkan rimbunan daun.  MENGGEMA PANJANG di tebing-tebing terjal.
   “Aku bahagia! Aku bahagia…!”  teriak parau si lelaki misterius.
    
   Apa yang terjadi pada Nasir, kemudian terjadi pula pada pemuda-pemuda lain yang hendak melangsungkan pernikahan. Upacara pernikahan mereka juga mereka batalkan sehari sebelum PERHELATAN di langsungkan.  Para gadis CALON PENGANTIN yang tak mampu menahan malu dan kecewa, banyak pula yang mengakhiri hidupnya dengan GANTUNG DIRI.
  
   Sang DURJANA CINTA itu terus tertawa senang. Ia begitu bahagia melihat DERITA dan KEMATIAN di ujung matanya.  Ia terus beraksi… dan beraksi… tanpa pernah puas. Ia ikuti terus perasaan BENCI dan SAKIT HATI-nya. Ia puja AMARAH dan DENDAM  terhadap siapapun yang hendak MENGIKAT JANJI SETIA DALAM PERNIKAHAN SUCI.
   Ya! Sang durjana ini bisa berlaku SEDEMIKIAN KEJAM karena ia tak bisa MEMILIKI CINTA. Hatinya  memang telah BEKU. Ia telah MATI DALAM HDUP! Ia tidak punya CINTA.  Maka ia MEMBENCI siapapun yang MEMILIKI CINTA!
By: Susilo Pranowo

Jumat, 27 Januari 2012

CINTAKU DI LIANG LAHAT


(sebuah cerpen untuk seseorang yang aneh)

   ARMAN adalah lelaki 40 tahunan. Berperawakan sedang. Berwajah lumayan. Punya usaha yang cukup mapan.  Sepanjang usianya, ia  LEBIH BANYAK menggunakannya untuk BEKERJA DAN BERKARYA. Hobinya cuma MEMBACA dan MENULIS CERITA PENDEK.
   Apa yang  TAMPAK pada  sosok Arman adalah sesuatu yang  BIASA-BIASA SAJA.  TIDAK ADA yang ISTIMEWA. Ia juga TAK POPULER  di mata PARA WANITA walau sebenarnya ia seorang DUDA.
   Bebera minggu yang lalu Arman bertemu dengan seorang gadis cantik berumur 25 tahunan. MIRTA namanya. Sebagai seorang lelaki yang sudah cukup matang, Arman tahu bila Mirta menaruh hati padanya. Sebenarnya, Mirta  memang telah cukup lama mempehatikan Arman. Jauh sebelum pertemuan itu terjadi.
   Mirta adalah sekretaris sebuah PT yang baru saja memberikan ORDER ADVERTISING pada ARMAN. Hari-hari setelah Arman menerima order itu, ternyata jadi hari-hari YANG MENJENGKELKAN.  Hampir tiap jam, Mirta selalu menelepon, menanyakan order perusahannya. Padahal, Arman sejak awal sudah memberi tahu bahwa pekerjaan advertising itu butuh waktu 1 bulan untuk menyelesaikannya.
   “Maaf Mbak Mirta…, bukankah sudah berulang kali saya katakan bahwa pekerjaan itu masih dalam PROSES PERENCANAAN?” ujar Arman saat Mirta menanyakan lagi order perusahaannya.
   “Iya, saya tahu, Mas Arman,” tukas Mirta. “Tapi bos saya minta diselesaikan lebih cepat.”
   “Itu tidak bisa, Mbak. Dari awal sudah saya katakan bahwa pekerjaan itu butuh waktu 1 bulan.”
   “Iya tapi….”
   Mirta tak sanggup meneruskan kalimatnya. Tatap mata Arman tiba-tiba menghujam ke relung kalbunya.
   “Saya tahu… Mbak Mirta datang ke sini bukan mewakili perusahaan Mbak.”
   Satu kalimat yang terucap dengan suara berat dan tegas keluar dari mulut seorang Arman, lelaki yang memang sudah matang dan berpengalaman. Lidah Mirta jadi kelu. Kepalanya tertunduk lesu….
   “Sekarang  Mbak Mirta jujur saja. Apa yang Mbak Mirta inginkan dari saya?”
   Lidah Mirta terlanjur kaku. Mulutnya terbungkam bisu.
   “Maaf bila saya salah menebak. Apakah Mbak Mirta menginginkan SAYA SEBAGAI SEORANG PRIBADI, dan bukan lagi SEBAGAI SEORANG REKANAN KERJA…?”
   Mirta masih tertunduk, macam seorang terdakwa.
   “DIAM bisa mengandung BANYAK ARTI…,” ucap Arman kemudian, “Dalam KESENDIRIAN saya sangat suka MENGAMATI. Dan dalam PENGAMATAN YANG PANJANG,  saya memperoleh ILMU NYATA yang  sungguh sangat BERMANFAAT dalam ACUAN SAYA MENGAMBIL SIKAP. Saya bisa menebak JALAN PIKIRAN dan ISI HATI seseorang. Maaf Mbak Mirta…, bukan berarti saya lancang bila saat ini saya bisa menebak perasaan Mbak Mirta terhadap saya.”
   Mirta masih tetap diam. Bergeming pun tidak.
   “Mbak Mirta menyukai saya? Menginginkan CINTA SAYA?”
   Tebakan Arman benar-benar laksana anak panah yang meluncur tepat mengenai sasaran.
   “ Tapi perlu Anda ketahui, Mbak Mirta…, saat ini CINTA SAYA berada di SUATU TEMPAT. Apabila Mbak Mirta benar-benar menginginkan cinta saya, mari saya tunjukkan di mana cinta saya berada.”
   Dasar memang Mirta menaruh hati pada Arman, maka wanita cantik ini mau saja menuruti perkataan Arman.  Hingga tak lama kemudian, mereka berdua tampak keluar dari mobil, lalu berjalan ke suatu tempat sepi di pinggiran desa. Ternyata…, Arman membawa Mirta ke AREAL PEKUBURAN!
   “Di situlah cinta saya berada…,” Arman menunjuk sebuah makam. “Cinta saya telah TERKUBUR di LIANG LAHAT bersama jenazah ISTRI SAYA.”
   Suasana jadi hening. Tak ada lagi kata yang keluar dari mulut Arman. Perlahan Mirta memberanikan diri menatap wajah lelaki itu. Ia melihat lelehan AIR MATA  dari seorang lelaki yang biasa tampak TEGAR. Tapi kini lelaki itu telah berubah begitu LEMAH…. Penuh DUKA….  Penuh NESTAPA….  
   Arman menangis tersedu-sedan. Tangisan seorang lelaki yang telah bertahun-tahun HIDUP TANPA CINTA….
   “Maafkan saya, Mas Arman…,” ucap lirih Mirta.
   Tak ada balas ucapan dari Arman.  Ia masih berusaha MEREDAM PERANG di dalam HATINYA.
   “Maafkan saya,  Mas Arman…,” ucap Mirta lagi. “Saya tidak bermaksud menyakiti hati Mas Arman.”
   “Sayalah yang seharusnya minta maaf…,” sergah Arman tiba-tiba sambil terus menekan rasa hatinya. “Dengan tidak langsung, sayalah yang telah menyakiti hati Mbak Mirta….”
   “Tidak apa-apa, Mas…. Justru setelah melihat semua ini, saya malah yakin terhadap apa yang saat ini sedang saya rasakan.  Aku mencintaimu, Mas…. Aku benar-benar mencintaimu….”
   Ganti Arman yang melihat setitik air bening keluar dari sudut mata Mirta. “Aku bukan lelaki yang pantas engkau cintai, Mirta. Maaf….”
   “Kenapa, Mas? Apakah Mas Arman merasa aku tidak pantas…?”
   “Bukan. Bukan begitu…. Bukankah sudah kukatakan bahwa   CINTAKU TELAH TERKUBUR DI LIANG LAHAT. Aku tidak lagi punya cinta untuk diberikan kepada wanita manapun.”
   “Sebagai MANUSIA yang dikarunia AKAL DAN BUDI, Mas Arman tentu bisa menuliskan SYAIR-SYAIR CINTA lagi.”
   “Maaf…, PENA-ku telah KERING.  HATI-ku pun telah BEKU untuk menciptakan semua itu…. Dan hanya ada satu jalan dimana aku bisa mendapatkan cintaku lagi….”
   “Jalan yang bagaimana itu, Mas…?”
   “Karena cintaku berada di LIANG LAHAT, maka hanya ada satu jalan untuk mendapatkannya. Yaitu…, jalan KEMATIAN….”
   Suasana hening kembali. Tak ada yang bersuara. Hanya desir angin… menggerakkan daun-daun kamboja. Mendung mulai bergayut. Sepi….

By: Susilo Pranowo

Selasa, 23 Agustus 2011

NYANYIAN YANG MENYELAMATKAN NYAWA

Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael senang sekali. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen, “Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.” Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.


Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! “Mami… aku mau nyanyi buat adik kecil!” Ibunya kurang tanggap. “Mami… aku pengen nyanyi!!”  Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. “Mami…. aku kepengen nyanyi!!!” Itu berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. “Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!” batinnya.

Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. “Anak kecil dilarang masuk!” Karen ragu-ragu. “Tapi, suster….” suster tak mau tahu. “Ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!”
Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, “Suster, sebelum diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!” Suster terdiam menatap Michael dan berkata, “Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!”

Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya… Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey….”
Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. “You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away.”
Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan, “Terus…. terus Michael! Teruskan sayang…,” bisik ibunya sambil menangis.
“The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in my…” Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur…” I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same…” Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang.
“Lagi sayang…” bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan…. adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai… lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa!

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi. (SM)
Sumber: salamsuper.com

   Anda percaya dengan cerita di atas? Masih terkesan klise, mengada-ada, atau terlalu berlebihan? Tapi Anda (tentu) percaya bila Allah berkehendak, apapun bisa terjadi, bukan?
   Anda pernah mengalami suatu peristiwa yang sebenarnya tidak masuk akal? Atau mungkin Anda pernah selamat dari suatu kecelakaan hebat? Atau mungkin lagi, Anda tidak jadi mendapat musibah karena merasa ada "sesuatu" yang mengingatkan Anda untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya akan Anda lakukan?
   Apakah itu hanya karena kebetulan? Atau sedang mendapat keberuntungan?
   Tahukah Anda bahwa sebenarnya di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Keberuntungan yang Anda dapat sebenarnya adalah "buah" dari pohon yang pernah Anda "tanam". Kebaikan Anda di masa lalu pasti berbuah kebaikan bagi diri Anda di masa datang. Pertolongan Anda di masa lalu pada orang lain, pasti berbuah pertolongan untuk Anda di masa datang.
   Pada hakikatnya, kebaikan manusia adalah untuk kebaikannya sendiri. Jika ada manusia berbuat jahat, maka sebenarnya dia sedang mendzolimi dirinya sendiri.
   Sukses!

   By: Susilo Pranowo