Label

Tampilkan postingan dengan label SEKADAR TAHU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEKADAR TAHU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2019

BAHASA KALBU




Ada yg aneh dari kebiasaan Mbah Karso Mletho. Bukan segelas kopi yg dia minta. Kali ini dia minta teh kental pahit. Mungkin ada yg kurang beres dg pencernaannya.
"Ketika manusia sdh menemukan jatidirinya, dia akan tahu bahwa tidak ada tataran bahasa tertinggi kecuali BAHASA KALBU."
    Celoteh lelaki tua itu memaksaku menyulut rokok. Sambil menyedotnya dalam, hasrat muncul ingin tahu lebih lanjut.
    "Hanya dengan bahasa kalbu..., orang akan tahu dan ikut merasakan kesedihan orang lain, tanpa orang lain itu berkata apa2. Dia akan bahagia saat menerima pancaran kebahagiaan dr orang2 di sekelilingnya."
   "Ah, mosok to, Mbah?" gurauku. "Lah kepriwe olehe bisa melajari, Mbah?"
   "Belajarnya tdk pakai buku, tidak pakai guru. Hanya bisa dicapai dg LAKU. Belajarnya tiap hari. Ujiannya pun tiap hari. Ijazahnya diterima SETELAH MATI. Orang yg masih pekok bahasa kalbu, tidak akan berani menyuarakan apa2 walau tahu ada ketidakadilan di depan matanya. Syahwat egonya-lah yg membuatnya pekok, mati rasa dan mati kepedulian."
   "Sik... sik..., Mbah...," potongku. "Belajar koq tanpa buku tanpa guru..., ki piye nalare? Belajar jadi orang baik pasti ada tuntunannya."
   "Menjadi orang baik itu buat apa?"
   "Ya tentu saja agar menjadi orang yg berguna to, Mbah."
   "Ketika sdh menjadi orang berguna, lalu pada akhirnya akan bagaimana?"
   "Kalau mati biar masuk surga."
   Mbah Karso Mletho tersenyum, lalu nyeruput teh paitnya. "Surga... jika engkau pelajari dan engkau cari lewat tulisan di buku, surga itu pun akan kau dapatkan hanya berupa tulisan. Berupa angan2 dan khayalan. Jika kau mencari surga itu juga hanya dari kata JARENE, maka bisa jadi surgamu itu juga masih JARENE."
   "Lah, terus kepriwe, Mbah?"
   "Bahasa pikiran hanya mampu menerima input berupa sesuatu yg riil, kasat mata. Kalau sesuatu itu tdk riil,  inputnya berupa praduga, kira2, kemungkinan, gek ngono gek ngene. Dan itu bisa salah.
   " Mbuh Mbah, pusing."
   "Pusing tanda mau mengerti. Jangan banyak berangan-angan jika tdk ingin kecewa. Jangan banyak berkhayal jika tdk ingin sakit jiwa."
   "Mbuh Mbah, pusing."
   "Pusing tanda mau mengerti."
   Demikianlah.
   Glodok, 14022019, 06.51

Minggu, 24 Juni 2018

BEDA KEYAKINAN DAN KESADARAN




Dalam masa pendidikan anak2, kita seringkali memberikan keyakinan tentang ini-itu…, tentang salah-benar…, tentang baik-buruk, dll. Keyakinan itu dijabarkan dengan gambaran2, contoh…, dengan cara lembut ataupun keras. Begitu juga halnya pada saat rapat, musyawarah, kutbah, ceramah,dll. Kita biasa berusaha MEYAKINKAN  SESEORANG agar mengikuti apa yg kita yakini. Pendeknya…, MEMBERIKAN KEYAKINAN… adalah soal bagaimana agar ISI PIKIRAN KITA bisa diterima orang lain untuk kemudian menjadi SEBUAH KEYAKINAN.

Sahabat….,
Tahukah kita semua bahwa KEYAKINAN adalah berasal dari INPUT PIKIRAN…????  Keberadaan pikiran adalah masih dalam wilayah ALAM MATERI. Sifatnya tidak kekal…, bisa diperbaharui…, bisa berubah-ubah. Maka jangan heran jika ada seseorang yang HANYA PUNYA KEYAKINAN…, jika hari ini getol belajar ngaji…, besok tiba2 jadi berhenti…, hari ini rajin ibadah…, besok jadi malas bin ogah-ogahan.

Keyakinan beda dengan KESADARAN.
Keyakinan terbentuk dari KESADARAN PIKIR. Saat RAGA MATI, maka fungsi OTAK TERHENTI. Karena fungsi otak terhenti, kesadaran pikir pun hilang… lenyap…. Akibatnya…, keyakinan pun turut hilang bersama induk dari  keyakinan itu sendiri.
Tapi…, KESADARAN terbentuk karena KEMAUAN dari RUH, yang sifatnya ABADI. Orang yang berada dalam KESADARAN tidak akan pernah LUPA.., karena ingat dan lupa letaknya dalam otak, sementara KESADARAN berada dalam sang ruh. Karena inilah…, kaum SPIRITUALIS selalu mencari dan menambah KESADARAN…, bukan KEYAKINAN!

Demikianlah….
Semoga kita semua menjadi ORANG YANG SADAR DALAM KESADARAN.
Siapa yang sungguh2 mencari akan menemukan.
Jika menanam pohon, terus periharalah.
Tetaplah membuang sampah pada tempatnya.
Glodok, 24 Jun 18, 6.52.

Minggu, 03 Juni 2018

BISAKAH BELAJAR MARIFAT?



Seorang marifat tidak hanya belajar dari buku-buku…, dari petuah-petuah…, karena seluruh alam dan segala isinya adalah guru yg memberikan pelajaran dalam keheningan dan dalam keramaian, baik yg kelihatan maupun yg tak kelihatan. Dirinya adalah bagian dari alam…, adalah alam itu sendiri. Dia tidak besar, tidak juga kecil. Dia adalah bersama… antara ada dan tidak ada.

Seorang  marifat tdk pernah merasa kehilangan… karena setiap saat dia telah menerima.  Dia tidak pernah merasa sakit… karena sakit itu adalah kedemikianan yang ada. Dia tidak sakit hati saat dihina… karena kehinaan itu memang dirinya.

Seorang marifat tidak menghitung-hitung pahala…, tidak merindukan surga…, karena surga bukanlah tempat…, surga adalah suasana…, dan suasana surga itu telah dia ciptakan sendiri dalam hatinya, dalam sikap batinnya…, dalam kesadaran pikir dan roh-nya.

Seorang marifat akan menyelam dalam kedalaman yg  paling dalam. Dia belajar dari pandangan matanya…, belajar dari suara yg menyentuh indera pendengarnya…, belajar dari rasa yg menyentuh kulit… dan yg menyentuh kalbunya. Dia tidak pernah diam…, karena setiap gerak adalah dirinya. Dia lebur dan larut dalan kedemikianan. Dia MENJADI GARAM untuk memberikan rasa pada semua makhluk. Dia hilang… tapi rasa yg diberikannya tetap dapat dirasakan. Dia lebur MENJADI RAGI… lebur dan hilang untuk merubah sifat terhadap apa yg didekatinya.

Seorang marifat melempar jauh KEAKUANNYA… karena dia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Dia adalah bagian yg tanpa bagian. Dia mampu membaca dalam kebutaan…. Mampu mendengar dalam ketuliannya… karena dia adalah RASA.

Glodok, 3 Juni 2018. 6.30 AM
Tetap buanglah sampah di tempatnya.
Jika menanam pohon, terus jaga dan rawatlah.

Selasa, 02 Februari 2016

SADARI SIAPA YANG BERADA DI BELAKANG SUKSESMU

 Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya" apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?" Kemudian si pemuda menjawab tidak.
"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"
"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"
"Dimana ibumu bekerja ?"
"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."
Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.
"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"
"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."

Si direktur mengatakan "aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya,
Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda.
Kemudian dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"
Si pemuda menjawab," saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya"
"Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi.
Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya.
Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga"

Si direktur menjawab,"inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya"

"Kamu diterima"

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan " mental ke'aku'an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas.
Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?

Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.

Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar se gala sesuatu terselesaikan.

Jumat, 18 Desember 2015

BERHARGA MANA: ISTRI, ORANGTUA, ATAU ANAK?


Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua".
Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.
Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : "Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.
Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu. Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.
Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Hati sang mahasiswa makin bingung. Suasana kelas makin tegang. Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik. Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya. Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis. Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah. Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, "Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu? Toh istri bisa dicari lagi kan?"
Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah. Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".
Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".

Minggu, 15 Maret 2015

DUNIA YANG TIDAK UTUH

Ya Chun pelajar di Tsung Lin University Fo Guang Shan, tidak suka dengan dosen pembimbingnya. Dia selalu menolak INTRUKSI DAN NASIHAT gurunya itu.

 Suatu hari Master Hsing Yun, pimpinan universitas, memanggilnya: “Dengar2 kamu ada masalah dengan dosen pembimbingmu. Apakah yang membuatmu kurang puas terhadap beliau ?"

 Ya Chun tidak melewatkan kesempatan ini, setengah jam lamanya dia mengutarakan kejelekan dosennya. Master Hsing Yun mendengarkan. Semua kejelekan dosennya dibeberkan Ya Chun. 

Setelah Ya Chun kehabisan ide tentang saran2 perbaikan untuk sang dosen, akhirnya Master Hsing Yun berkata: “Kalau sudah selesai, sekarang ganti saya yang bicara, ya ?”. Ya Chun manggut2 mengiyakan. Master Hsing Yun berkata: “Kamu ini adalah orang yang berkarakter membedakan HITAM DAN PUTIH secara jelas, memandang perbuatan buruk layaknya musuh”.

 Ya Chun mengangguk & berkata dengan bangga, “Shifu, Anda benar. Saya memang orang seperti itu !”

 Master Hsing Yun melanjutkan: “Kamu tahu, dunia ini adalah dunia yang separuh separuh. Langit separuh, bumi separuh. Lelaki separuh, perempuan separuh, Bajik separuh, jahat separuh, Jernih separuh, keruh separuh. Sangat disayangkan, apa yang kamu miliki adalah dunia yang tidak utuh”. 

Ya Chun tercengang sekian saat, lalu bertanya: “Kenapa Shifu mengatakan yang saya miliki adalah dunia yang tidak utuh ?".

 Master Hsing Yun menjawab, “Karena yang kamu cari adalah KESEMPURNAAN. Hanya bisa menerima sisi sempurna yang hanya separuh saja. Tidak bisa menerima KETIDAKSEMPURNAAN yang merupakan sisi separuhnya lagi. Oleh karena itu, yang kamu miliki adalah dunia yang tidak utuh, tidak akan pernah menjadi bulat utuh."

 Ya Chun seketika itu juga merasa limbung, tidak tahu harus bagaimana. Dia lalu bertanya: “Lantas, saya harus bagaimana ?”

 Master Hsing Yun dengan welas asih menjawab: "Belajar toleran terhadap dunia yang tidak sempurna, maka kamu akan memiliki sebuah dunia yang utuh”.

  Aku yang bahagia senantiasa mau memancarkan cinta kasih ke seluruh penjuru kpd kalimasada. LSPPIS. Berkah Dalem.

Senin, 09 Desember 2013

DARIMANA PENCERAHAN ITU?

Suatu hari aku mendapati Jon Koplo sedang menikmati secangkir kopi di teras rumahnya.
"Orang sekarang sukanya bicara PENCERAHAN..., PENCAPAIAN..., KEBEBASAN ROH..., de-el-el..., emang semua itu ada pentingnya...?"
"Lha menurut kamu ada pentingnya enggak?" buruku.
"Enggak hanya sekadar diomongkan."
"Pencerahan itu bukankah jalan terang?"
"Yup! Tapi TERANG itu hanya dibutuhkan tatkala seseorang berada dalam GELAP...?"
"Tapi berada dalam terang tidak menjamin seseorang berada dalam BENAR?" buruku.
"Kebalik kamu! Seseorang harus berada dalam BENAR dulu, baru kemudian mendapat TERANG alias TERCERAHKAN."
"Ah, masa iya begitu?"
"Bagaimana mungkin seseorang akan mendapat pencerahan bila pijakannya tidak benar? Atau..., bagaimana mungkin seseorang mendapat pencerahan bila orang itu berada di ZONA NYAMAN tanpa adanya kepedulian akan benar atau salah."
"Ah, masa iya begitu?"
"Pencerahan hanya akan datang pada orang yang benar-benar RINDU KEPADA TUHAN."
"Eh ngomong dingomong, pencerahan itu apa sih?"
Jon Koplo tidak menjawab. Malah mengejakku masuk ke WARUNG NASI. Aku sih nurut saja. Rezeki mana boleh ditolak. Hehehehe...

"Kalo satu piring masih kurang, kamu boleh nambah," kata Jon Koplo kemudian.
Aku mengangguk saja, lalu nambah separo tapi ganti lauk.
"Sudah kenyang kamu sekarang?"
"Iya," kataku sambil mengendorkan ikat pinggang.
"Sebelum kesini, tadi apa kamu merasa lapar?"
"Iya."
"Masih pengin tahu apa arti pencerahan?"
"Oh iya, tadi kamu belum jawab kan...."
"Jawabnya kira-kira sama dengan keadaan ketika kamu belum ke warung ini, lalu duduk makan bersamaku di sini, kemudian kamu merasa terpuaskan berada di sini. Lalu kamu sadar bila kamu telah terbebas dari RASA LAPAR."
"Maksudnya....?" aku garuk-garuk kepala.
"Sini aku bisikkan ke telingamu."
Segera aku pasang telingaku.
Jon Koplo berbisik, "MAKANAN yang biasa kamu makan sejak dulu-dulu itu membuat aliran darahmu KACAU, ginjalmu penuh RACUN, napasmu BAU! Tapi kamu sama sekali TIDAK MENYADARI itu!"
Aku bengong.
Tanpa sadar garuk-garuk kepala lagi.

PENCERAHAN TIDAK AKAN PERNAH DATANG DARI SESUATU YANG TIDAK CERAH..

Kamis, 03 Mei 2012

SEKALI LAGI, TENTANG SEDEKAH



Masih tentang PEMIKIRAN DAN PENGALAMAN HIDUP  salah seorang TEMAN SAYA. Dalam kunjungannya beberapa hari yang lalu di rumah saya, dia membeberkan SEBUAH IDE yang ditujukan untuk KEBAIKAN BERSAMA. Ide itu adalah PENGUMPULAN SEDEKAH BERSAMA setiap tanggal 15. Yang tentu saja, sedekah yang terkumpul itu kemudian diberikan kepada yang berhak.

Lalu teman saya itu bercerita soal KEAJAIBAN yang telah dialami BADU (sebut saja namanya begini).  Badu adalah seorang PENGUSAHA KONTRUKSI BESI.  Saya  mengenalnya, tapi tidak kenal-kenal amat. Pada tanggal 15 bulan kemarin, Badu benar-benar sedang kesulitan uang. Maklum… angsuran bank-nya bejibun.  Bisnis lagi sepi pula. Hehehe….Tapi  karena setiap tanggal 15 sudah disepekati (jadi mirip kewajiban) harus BERSEDEKAH, Badu berterus terang kepada TEMAN SAYA kalau ia sedang TIDAK PUNYA UANG. Namun atas kebaikan TEMAN SAYA,  sedekah Badu DITALANGI dulu… atau bahasa gampangnya adalah DIPINJAMI DULU.

Badu bersedia menerima kebaikan itu. Lalu apa yang kemudian terjadi?  Keesokan  harinya ORDER berdatangan.  Yang lebih fantastis,  beberapa PIUTANG yang sudah TAK TERTAGIH hari itu bisa CAIR.

Sahabatku semua,  seperti yang sering saya share dalam tulisan saya, kisah di atas JUGA REALITA alias TIDAK MENGADA-ADA.  Jadi, TIDAK ADA ALASAN UNTUK MENUNDA BERSEDEKAH. Jika Anda telah sering bersedekah , namun belum ada perbaikan dalam hidup Anda, eits…. tak perlu menggerutu. Mungkin perlu diketahui:  DALAM  BERSEDEKAH, JANGAN GUNAKAN PIKIRAN!  Karena SEMUA MANUSIA terikat pada HUKUM SEBAB-AKIBAT (The Law of Cause and Result) dan HUKUM KESEIMBANGAN (The Law of Balancing), maka ketika Anda MEMILAH DAN MEMILIH (salah satu bentuk kerja pikiran), maka HASIL dari SEDEKAH  Anda pun akan DIPILAH DAN DIPILIH oleh Tuhan. Hehehe…

Faham dengan maksud kalimat saya di atas? Maksud saya begini… yang dijadikan PATOKAN DALAM SEDEKAH adalah KATA HATI atau dalam istilah Jawa KRENTEG.  Jadi, ketika ingin MEMBERSI SESUATU kepada seseorang, ya lakukan saja. Tak perlu pakai pikiran macam-macam. Karena sangat mungkin sekali, KRENTEG ini adalah BISIKAN TUHAN. Dan yang perlu diketahui juga, SEDEKAH ATAU PEMBERIAN TIDAK HARUS IKHLAS.  Karena kita semua terikat pada HUKUM SEBAB-AKIBAT, maka  SEMUA PERBUATAN KITA PASTI AKAN BERBALAS. Tapi, YANG IKHLAS… tetap lebih baik.

Satu hal penting juga,  SEDEKAH JUGA BISA MENCEGAH SEBUAH MUSIBAH. Oleh karenanya, Jika Anda merasa belum merasakan BUAH DARI SEDEKAH ANDA, bisa jadi SEDEKAH ITU TELAH KEMBALI DALAM WUJUD TIDAK TERJADINYA MUSIBAH KEPADA ANDA.

Dan satu hal penting lagi, jika Anda “membaca” tidak ada suatu MAKSUD TERSEMBUNYI, JANGAN TOLAK PEMBERIAN ORANG LAIN. TERIMALAH PEMBERIAN ITU DENGAN SENANG HATI. Itu artinya Anda telah MEMBERI KESEMPATAN kepada  orang lain untuk  MEMPERBAIKI HIDUPNYA.  Pengertian TANGAN DI ATAS LEBIH BAIK DARI TANGAN DI BAWAH tidak selamanya BENAR. 
So, mari kita kita bersedekah. Sesungguhnya semua kebaikan manusia adalah untuk kebaikannya sendiri.

By: Susilo Pranowo

Selasa, 24 April 2012

BERUNTUNG DALAM KETERJEPITAN

Seorang teman saya yang sudah beberapa bulan ini tidak bertemu, tadi baru saja bertandang ke rumah. Setelah bicara NGALOR-NGIDUL, terucap sebuah kalimat bijak darinya. Kalimat itu adalah: WONG IKU YEN DURUNG KECEPIT, MESTI GAK ISA NGLOLOSNE AWAKE.

Kalimat itu kedengaran sederhana saja. Tapi bagi saya, justru tidak begitu. Ada satu MOTIVASI DAHSYAT yang terkandung di dalamnya. MANUSIA... jika tidak pernah menjumpai MASALAH, maka dia tidak akan pernah menjadi DEWASA DAN PINTAR. Perbuatan kita hari ini menentukan apa yang akan terjadi esok. Jika kita TIDAK JUJUR hari ini, itu artinya kita MENCIPTAKAN MASALAH di esok hari. Jika kita hari ini MENYAKITI SESEORANG (sengaja ataupun tidak), itu artinya kita telah MENCIPTAKAN MASALAH juga di esok hari.

Tapi... siapa di antara kita TIDAK PERNAH berbuat TIDAK JUJUR? Siapa yang TIDAK PERNAH MENYAKITI ORANG LAIN...??? Tentu semuanya PERNAH! (terserah mau ngaku atau tidak). Tapi yang akan saya bahas bukan MASALAH KETIDAKJUJURAN atau PERBUATAN MENYAKITI ORANG itu, melainkan APA YANG HARUS KITA lakukan untuk menjadikan KEDUA HAL itu sebagai WAHANA ataupun MEDIA PENDEWASAAN SIKAP DAN PIKIRAN KITA.

Kembali kepada kata-kata teman saya tadi: WONG IKU YEN DURUNG KECEPIT, MESTI GAK ISA NGOLOSNE AWAKE. Ya betul! Kalau badan kita tidak terjepit sesuatu, kita tidak mungkin meloloskan diri, karena badan kita sudah dalam keadaan bebas. Masalahnya, banyak di antara kita yang TERFOKUS pada APA YANG MENJEPIT KITA, lalu terpikir BAGAIMANA CARA MELOLOSKAN DIRI. Dan ketika OTAK KITA terpikir SEBUAH CARA (yang biasanya adalah sebuah cara yang LOGIS alias hanya berdasarkan pada NALAR SEMATA), maka sebuah cara lain yang dianggap TIDAK LOGIS akan ditinggalkan. Padahal, justru CARA-CARA YANG DIANGGAP TIDAK LOGIS justru yang membuat kita MUDAH MELOLOSKAN DIRI DARI SEBUAH KETERJEPITAN.

Sahabatku semua, TUHAN TIDAK PUNYA HITUNGAN MATEMATIKA. Sebuah TOTALITAS KEPASRAHAN  bisa berujung kepada KEAJAIBAN ataupun KEBERUNTUNGAN. Tapi bisakah kita (sebagai manusia biasa) MENDATANGKAN KEAJAIBAN? Bisakah kita MEMBUAT KEBERUNTUNGAN?

Jawabnya: BISA! Tuhan tidak pernah MENCIPTAKAN KESENGSARAAN  (KONDISI TERJEPIT) BAGI MANUSIA. Manusia sendiri-lah yang menciptakan kondisi seperti ini, sebagai reaksi dari  HUKUM SEBAB-AKIBAT. Jika PERILAKU KITA SENANTIASA LURUS, maka adanya sebuah KETERJEPITAN ADALAH AWAL DATANGNYA KEBEBASAN. So, mari kita terus memupuk KEBAIKAN DALAM DIRI KITA dengan BERPERILAKU LURUS YANG DIIRINGI DENGAN KEPASRAHAN. untuk kemudian kita sambut datangnya KEAJAIBAN DAN KEBERUNTUNGAN... yang semula berawal dari sebuah KONDISI KETERJEPITAN.

By: Susilo Pranowo

Senin, 23 April 2012

BEREBUT SALAH



Tiga hari yang lalu, pulang dari sekolah anak saya  mengalami KECELAKAAN. Para saksi mata mengatakan bila anak saya hendak menyeberang ke kanan. Ketika iitu posisi kendaraan sudah melewati GARIS MARKA jalan. Jadi, sudah sampai pada bahu jalan sebelah kanan. DARI ARAH BELAKANG (masih dalam versi cerita saksi mata yang berjumlah lebih dari 4 orang), meluncur sepeda motor lain dengan KECEPATAN TINGGI.

Lalu kejadian selanjutnya….
Pengendara motor yang ngebut itu, yang ternyata membawa BARANG DAGANGAN BEGITU BANYAK, menyenggol setang motor anak saya. Tak ayal lagi, karena si pengebut (yang kemudian saya ketahui bila ia SEORANG SALES),  jatuh menggelosor sejauh kurang-lebih 4 meter.  Motornya jelas rusak parah. Ia pun mengalami luka lecet dan memar yang cukup banyak. Helm-nya pun sampai bernoda darah.
Untungnya, anak saya cuma jatuh tanpa luka sedikitpun. Dia cuma MENANGIS KETAKUTAN (maklum cewe dan masih kelas 8. Hehehe….). Motor yang dikendarainya juga jatuh, tapi cuma rusak ringan. LEBIH UNTUNG LAGI, kejadian ini tidak sampai BERURURUSAN DENGAN POLISI. Anak saya masih di bawah umur. Jadi, dia belum punya SIM. Untung…. Untung…. Hehehe….

Sahabatku semua…,
Ada satu HIKMAH YANG BEGITU BAIK yang dapat dipetik dari peristiwa di atas. Sang sales yang BABAK-BUNDHAS dan  berdarah-darah itu… tidak berniat memperpanjang perkara. Waktu saya datangi, dia cuma bilang,”Sudahlah Mas, tidak apa-apa. Mungkin ini HALANGAN SAYA.”

Dan akhirnya kami pun DAMAI dan saling BERSALAMAN. Saya pun segera pulang dengan maksud agar KERUMUNAN ORANG SEGERA BUBAR dan tidak mengundang kehadiran APARAT.  Sementara sang SALES sudah dirawat seorang MANTRI KESEHATAN yang kebetulan lewat.

Tapi setelah kira-kira 3 jam berada di rumah,  teman saya datang dan mengabarkan bahwa sang SALES tidak dapat berjalan, dan tentu saja ia juga tidak dapat mengendarai motornya lagi. Sang SALES minta tolong diantar pulang ke rumahnya.

Tanpa pikir panjang, saya pun menyetujui. Dengan dibantu beberapa orang, dagangan sang SALES saya pindahkan ke bak mobil pick up saya. Dan ternyata barang dagangan itu sanggup memenuhi bak mobil saya. Jadi kiranya,motor  sales ini benar-benar KELEBIHAN  MUATAN.

Dalam perjalanan, sang SALES yang duduk di samping saya, berkali-kali  MEMINTA MAAF kepada saya. Tentu saja saya memaafkan. Saya pikir…,”Baik benar orang ini. Sudah dapat musibah sedemikian rupa, masih saja mengaku salah dan terus minta maaf.”

“Terima kasih ya Mas, sudah bersedia mengantar,” ucap tulus sang SALES lagi.
“Oh, tidak apa-apa, Mas…,” sahut saya. “Maafkan kesalahan anak saya juga ya, Mas.”
“Iya… iya... nanti sampaikan juga kata maaf saya.”
“Saya pribadi juga minta maaf, Mas. SUMBER KESALAHAN ini sebenarnya saya, Mas…,” ucap saya lagi, “Kesalahan saya adalah KARENA SAYA TELAH MEMBERI IZIN ANAK SAYA MENGENDARAI MOTOR.”
“Iya, Mas. Saya juga salah. Saya tidak MENCARI BENAR. PERSOALAN TIDAK AKAN PERNAH TUNTAS jika semua orang MENCARI BENAR.”

Sahabatku semua….
Alangkah DAMAI DAN INDAHNYA dunia ini jika masing2 dari kita tidak lagi MEMPEREBUTKAN KEBENARAN. Dalam kehidupan rumah tangga, bertetangga, berinteraksi dengan teman, kita bisa senantiasa INTROSPEKSI. Jari tangan kita senantiasa MENUNJUK KE DIRI KITA SENDIRI, bukan ke orang lain. Kita TIDAK MALU MENGAKUI KESALAHAN. Manusia BERJIWA BESAR tidak akan pernah menutupi kesalahannya. Manusia berjiwa besar tahu benar bahwa KESALAHAN YANG TELAH DIPERBUAT akan terus MELEKAT. Dan ini tidak akan pernah bisa dihapus ataupun dihilangkan, kecuali dengan PENGAKUAN DAN PENEBUSAN.

Sahabat, KITA HANYA MENUAI APA YANG TELAH KITA TANAM.  Jangan pernah lagi SALING BEREBUT KEBENARAN. Karena pada akhirnya nanti , YANG SALAH PASTI AKAN SELEH. BECIK KETTITIK, ALA KETARA.  Dan ini adalah HUKUM ALAM, HUKUM TUHAN, yang PASTI AKAN TERJADI.

Dan untuk kembali kepada SANG MAHA SUCI  nanti,  kita harus kembali  dalam keadaaan SUCI pula. So, mari kita sucikan batin dan pikiran kita dengan BERBEBUT SALAH, bukan BEREBUT KEBENARAN!

By: Susilo Pranowo

Rabu, 18 April 2012

TIDAK ADA UJIAN KESABARAN



Kemarin di sebuah toko bangunan langganan,  saya sempat GALAU melihat banyaknya pembeli yang sedang NGANTRI.  Sebenarnya di toko itu ada lebih dari 10 orang pramuniaga. Tapi saya masih TERJEBAK juga dalam antrian. Lalu karena kebetulan saya mau belanja sedikit, saya mencoba menyerobot antrian.  Dan kebetulan karena salah seorang pramuniaganya sudah  mengenal saya, jadinya saya didahulukan. Lalu apa yang terjadi? Wah…, banyak tatapan mata bersorot tajam ditujukan kepada saya. Saya benar-benar jadi gak enak hati.

Sesampai di rumah, kejadian di toko besi itu masih menghantui benak saya.  Bagaimana perasaan orang-orang yang antriannya telah saya serobot? Kenapa saya jadi begitu tak sabaran? Kenapa  saya bisa begitu egois?

Sahabatku semua,  mungkin sekali Anda juga pernah berlaku seperti yang saya ceritakan di atas. Saya dan Anda mungkin sekali BISA SABAR menghadapi suatu PERISTIWA YANG LEBIH URGEN. Tapi kenapa dalam situasi yang jauh lebih TIDAK BERARTI, kita malah tidak bisa bersabar? Kalau dikatakan itu UJIAN TUHAN, kenapa UJIAN YANG KECIL, kita TIDAK LULUS? Dalam UJIAN BESAR, kita malah LULUS?

Sahabat,  sebenarnya TIDAK ADA UJIAN BAGI KESABARAN. Yang ada hanyalah SEBERAPA BESAR KITA PUNYA KESABARAN. Dan sepanjang usia kita, KESABARAN ini bisa LAYU atau juga BERKEMBANG, tergantung bagaimana kita MEMUPUK DAN MERAWATNYA.

KESABARAN adalah KEKUATAN DAHSYAT yang boleh dikatakan juga termasuk KUNCI BERLANGSUNGNYA HIDUP.  Andai ibu kita tidak sabar MEMELIHARA KANDUNGANNYA , mungkinkah kita bisa hidup saat ini? Kalau kita tidak sabar bertahun-tahun DUDUK DI BANGKU PENDIDIKAN, bisakah kita jadi orang seperti saat ini? Jangan bilang kalau itu NASIB!

Orang yang sabar selalu memancarkan kehangatan bagi orang lain karena ia senantiasa  mencerminkan sebuah KEDEWASAAN SIKAP, KEMATANGAN PIKIRAN, dan KEBAIKAN DALAM PERILAKU. Dan itu semua adalah  pancaran hidup MANUSIA BIJAKSANA. So, mari kita terus MEMPERSUBUR KESABARAN KITA.

By:  Susilo Pranowo

Sabtu, 17 Maret 2012

HUKUM KESEIMBANGAN


 
   Tadi pagi saya belanja milamin ke TOKO BAHAN BANGUNAN milik teman saya.  Setelah barang pembelian saya dinaikkan ke mobil, teman saya ini bercerita kepada saya bahwa kemarin ia melihat ada SEORANG TUKANG mengukur ROLLING DOOR ke bangunan toko baru milik TEMAN SAYA JUGA, yang katakanlah namanya si Badu.
   Teman saya yang pemilik toko bahan bangunan menyatakan KEHERANANNYA, kenapa BADU tidak memesan rolling door-nya kenapa saya. Lalu saya katakan bahwa sebenarnya Badu telah bertanya soal harga rolling door kepada saya, dan saya jawab seharga 2,7 juta. Setelah saya memberikan harga itu, Badu bercerita kepada saya kalau dia juga telah bertanya kepada PERUSAHAAN JASA ALUMINIUM LAIN dan diberi harga 2,9 juta. Itu artinya harga di tempat saya lebih murah untuk KUALITAS BAHAN YANG SAMA. Perlu diketahui, Badu adalah seorang MANAJER KOPERASI di mana saya adalah termasuk salah seorang nasabahnya.
   Kemudian atas saran teman saya yang pemilik toko  bangunan itu, iseng-iseng Badu saya hubungi lewat HP-nya. “Bagaimana? Jadi gak pesan rolling door-nya?” tanyaku.
   Badu menjawab, “Waduh, aku sudah pesan ke tempat lain.”
   “Kena berapa harganya?”
   “Tiga satu,” jawab Badu, yang maksudnya adalah seharga 3,1 juta.
   “Lho gimana sih ini? Bukankah aku sudah kasih harga 2,7?”
   “Gak tahu itu istriku. Dia yang pesan. Waktu dia pesan, aku sedang berada di kantor.”
   Sahabatku semua…., Anda bisa mempercayai perkataan Badu itu? Ya, saya pun tidak percaya. Kata saya dalam hati, “Kalau istri kamu beli LOMBOK atau GARAM, baru saya percaya istrimu MENGAMBIL KEPUTUSAN SENDIRI alias TIDAK PERLU KONSULTASI terlebih dulu dengan SUAMI.”
   Kalaupun yang dikatakan Badu benar bahwa istrinya tidak berkonsultasi soal pesanan rolling door dengan dirinya, itu artinya TIDAK ADA KESEIMBANGAN dalam rumah tangganya. Dan ini jelas TIDAK BAIK.
   Sahabatku semua…, sesampai di rumah saya tidak habis pikir kenapa ADA KEJADIAN GANJIL macam itu? Badu jelas BUKAN ORANG BODOH. Tapi kenapa dia bisa berlaku macam itu? Padahal kalau dia tahu, sebenarnya ada BEBERAPA KERUGIAN yang dia dapatkan karena tidak memesan rolling door-nya kepada saya. Paling tidak adalah:
1.       Dengan barang sayang sama, kualitas yang sama, dia telah RUGI FINANSIAL karena Badu mendapatkan HARGA YANG LEBIH MAHAL.
2.       Badu telah MENODAI PERSAHABATANNYA dengan saya.
3.       Badu telah menciptakan KONDISI NEGATIF jika ditinjau dari HUKUM KESEIMBANGAN (The Law of Balancing).
   Sahabatku semua…, boleh jadi secara finansial saya tidak dirugikan oleh perbuatan si Badu itu.  Sampai beberapa lama OTAK saya tidak mampu MENJAWAB, ada RAHASIA APA dibalik peristiwa itu. Tapi ketika saya TERUS MENEKAN RASA HATI SAYA dan BERUSAHA MELUPAKAN peristiwa itu, justru ada 2 PERISTIWA MENYENANGKAN yang tiba-tiba menghampiri saya.
1.       Ada petugas dari BRI datang ke tempat saya menanyakan pesanan rolling door-nya untuk outlet baru BRI di Pasar Maospati. Saya katakan bahwa Sabtu akan saya pasang. Lalu, petugas BRI mengatakan bahwa ada GARAPAN lagi untuk BRI di Unit Panekan (daerah Magetan juga).  Perlu diketahui, saya mendapat order dari BRI baru pertama kali ini. Jadi, pihak BRI belum tahu bagaimana KUALITAS GARAPAN SAYA, lalu kenapa mereka sudah memesan lagi?  Tapi karena peristiwa ini adalah peristiwa yang menyenangkan, saya tidak perlu terus memikirkannya. Biarlah ini saya anggap sebagai RAHASIA TUHAN.
2.       Sehabis istirahat siang (biasanya saya tidak tidur, tapi kali ini saya tidur), dimana KELOPAK MATA SAYA belum terbuka benar, ada pangigilan masuk ke HP saya. Salah satu langganan saya mengatakan bahwa PESANAN KUSEN ALUMINIUM yang sedang DI-PENDING, sudah bisa mulai DIKERJAKAN. Alhamdulllah…, ini pun saya anggap sebagai RAHASIA TUHAN juga.
   Sahabatku semua…, semua peristiwa di atas terjadi dalam 1 hari, dan itu memang benar-benar terjadi alias bukan kejadian yang saya reka-reka. Mari kita telaah bersama “KEKUATAN”  apa yang menggerakkan terjadinya periswa itu.  
   Badu pernah datang ke tempat saya dan menceritakan kalau dia mau BUKA USAHA, dan dia minta pertimbangan saya. Lalu saya katakan bahwa gagasannya itu SANGAT BAIK dan saya SANGAT MENDUKUNG. Saya juga menyampaikan 1 HAL PENTING yang harus diingat jika mau buka usaha. 1 Hal penting ini juga berlaku untuk sebuah usaha agar terus bisa SURVIVE, karena ini juga termasuk salah satu KUNCI SUKSES BERWIRAUSAHA.  1 Hal penting itu adalah SELALU MENJAGA HUBUNGAN BAIK kepada siapa saja, terutama kepada TETANGGA DAN TEMAN. Karena sangat mungkin terjadi, TETANGGA atau TEMAN kita inilah yang akan menjadi KONSUMEN KITA di awal USAHA.
   Tapi ternyata, Badu melupakan apa yang pernah saya katakan itu. Dia telah menciptakan suatu KONDISI NEGATIF di awal usahanya.  Dan saya tahu benar bahwa Tuhan telah menciptakan  HUKUM KESEIMBANGAN yang akan terus berlaku kepada MANUSIA tanpa bisa ditolak oleh siapapun.  Cepat atau lambat HUKUM KESEIMBANGAN akan menciptakan KONDISI SEIMBANG dari PERBUATAN MANUSIA, baik yang POSISITIF maupun NEGATIF.
   Contoh sederhana dari HUKUM KESEIMBANGAN adalah JIKA ANDA BEKERJA, MAKA ANDA AKAN DIBAYAR. Contoh lain, JIKA ANDA MENCURI, ANDA AKAN DIHUKUM. Jika Anda pernah mencuri tapi tidak dipenjara, itu bukan berarti TIDAK ADA HUKUMAN. Paling tidak PERASAAN KETAKUTAN atau PERASAAN YANG TIDAK ENAK LAINNYA yang menjadi hukuman Anda.
Didalam setiap KESEIMBANGAN terdapat “ENERGI” yang bisa memberi MANFAAT BESAR bagi orang yang mampu menguasai dan mengembangkannya. Setiap manusia memiliki kemampuan mengangkat beban (daya ungkit) yang berbeda-beda untuk MENCAPAI KESUKSESAN. Tergantung bagaimana dia bisa menjaga TINGKAH-LAKUNYA. Tingkah laku ini ini juga termasuk CARA DIA MENGOLAH MODAL dan memberlakukan PELANGGAN.
   MENJAGA KESEIMBANGAN akan membawa pada KEBAIKAN. Sebaliknya, membiarkannya akan menciptakan masalah. Menjaga keseimbangan juga akan membawa pada kesuksesan yang lebih menyeluruh, menyentuh semua sisi kehidupan. Tanpa keseimbangan, seseorang bisa sukses dalam mencari kekayaan (uang) namun hancur di kehidupan keluarga atau sosialnya.
   Oleh karena itu, sahabatku semua….,  mari kita JAGA KESEIMBANGAN HIDUP KITA dengan terus BERBUAT DENGAN BAIK agar KEBAIKAN PULA YANG AKAN MENDATANGI KITA. Jangan pernah MENYAKITI HATI ORANG, karena PERBUATAN NEGATIF macam ini akan KEMBALI KEPADA DIRI KITA dalam berbagai KONDISI YANG MERUGIKAN KITA SENDIRI.

By: susilo Pranowo